Kebahagia'n tetaplah rahasia ilahi, meskipun 'sejuta manusia menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati.
Langit-langit kehidupan, terasa sejuk menyirami hati, bila jiwa leluasa menggapai cita-cita.
Bahagia, saat Allah memberi kecukupan dengan karunia yang mungkin 'terlihat' apa adanya.
Bahagia, meski gemuruh derita membahana bak gelombang pasang.
Bahagia, meski deru musibah tak pernah berhenti menerjang.
Bahagia, meskipun tidak mengerti; apa itu bahagia.
Bahagia, saat segala takdir diterima dengan pasrah.
Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia kearah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati.
Keikhlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan illahi.
Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaran kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya kehambaan kami bertahan hingga kini.
Berbahagialah, dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya.
Berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya Surga dunia, juga Surga akhirat berkenan menyambutmu...
Senin, 28 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar